+62 274 587333 | Psw. 1556

Jl. Farmako Sekip Utara, Yogyakarta 55281 Indonesia

psikiatri_fkugm@yahoo.com

Kuliah Suicide Prevention UGM–Harvard: Perkuat Pendekatan Komprehensif Kesehatan Mental di Indonesia

Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM bekerja sama dengan Harvard University menyelenggarakan kuliah bertajuk “Suicide Prevention: Clinical, Public Health and Social Determinants Approach” pada Senin, 16 Maret 2026 di Auditorium Tahir Utara FKKMK UGM pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dimoderatori oleh Ajeng Ayu Wandira dan menghadirkan Dr. Sandersan Onie, peneliti kesehatan mental global lulusan Harvard yang juga aktif dalam Wellspring Indonesia, sebuah inisiatif yang berfokus pada edukasi publik, dukungan kesehatan mental berbasis komunitas, serta penguatan kapasitas tenaga profesional.

Dalam pemaparannya, Dr. Onie menjelaskan bahwa bunuh diri merupakan masalah kesehatan global dengan kompleksitas tinggi yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis, psikologis, sosial, dan budaya. Di Indonesia, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan tenaga kesehatan mental, stigma yang masih kuat, serta belum optimalnya sistem pencatatan dan kebijakan yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa pencegahan tidak dapat hanya berfokus pada individu, tetapi memerlukan pendekatan multidimensi yang melibatkan berbagai sektor. Dr. Onie menjelaskan bahwa terkadang faktor-faktor yang tidak terduga, sebenarnya cukup efektif dalam mencegah bunuh diri. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pembatasan penggunaan pestisida cukup efektif dalam mengurangi kejadian bunuh diri, dan langkah ini sudah mulai dipertimbangkan di Indonesia; walaupun masih dalam tahapan diskusi dengan fakultas terkait.

Pendekatan klinis dalam suicide prevention menitikberatkan pada hubungan terapeutik yang kuat, asesmen psikososial komprehensif, serta penanganan kondisi yang mendasari, bukan hanya gejala ide bunuh diri. Sementara itu, pendekatan kesehatan masyarakat mencakup strategi seperti pembatasan akses terhadap metode bunuh diri, pengelolaan pemberitaan media, serta penguatan layanan berbasis komunitas. Lebih lanjut, pendekatan determinan sosial menyoroti pentingnya intervensi pada faktor struktural seperti kondisi ekonomi, akses layanan kesehatan, dukungan keluarga, serta pengurangan stigma di masyarakat.

Diskusi lanjutan menghadirkan para pakar lintas disiplin, yaitu Prof. Byron J. Good dan Prof. Mary Jo Delveccio Good; yang keduanya adalah antropolog medis dari Harvard University yang menekankan peran budaya dalam kesehatan mental. Kemudian, dari UGM, dihadirkan dr, Andrian Fajar Kusumadewi, psikiater akademisi dengan fokus pada layanan kesehatan jiwa perempuan; dr. Ronny Tri Wirasto, psikiater yang berpengalaman dalam pendidikan dan praktik klinis; serta dr. Carla R. Marchira, akademisi yang aktif dalam pengembangan psikiatri komunitas. Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus kolaborasi untuk memperkuat strategi pencegahan bunuh diri di Indonesia. Salah satu hal yang cukup menarik dibahas dalam diskusi ini adalah tentang apakah bunuh diri memang selalu harus dianggap sebagai hal yang preventable. Masih banyak referensi yang menyimpulkan bahwa setiap bunuh diri adalah 1 bunuh diri yang bisa dicegah, namun pandangan klinis juga menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu benar. Penanganan bunuh diri juga perlu mempertimbangkan bahwa setiap kehilangan adalah hal yang tidak mudah bagi terapis dan bukan merupakan kesalahan siapapun.

Isu suicide prevention menjadi semakin penting dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat. Tanpa penanganan yang komprehensif, permasalahan ini dapat berkembang menjadi beban kesehatan masyarakat yang signifikan, berdampak pada individu, keluarga, hingga sistem sosial secara luas. Oleh karena itu, penguatan pendekatan berbasis bukti dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam upaya pencegahan.

Kolaborasi ini turut berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 3 tentang Good Health and Well-being serta SDG 17 tentang kemitraan global. Diharapkan kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dan Harvard University dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan mental masyarakat.

Keyword:

pencegahan bunuh diri, kesehatan mental Indonesia, kuliah psikiatri UGM, psikiatri komunitas, edukasi kesehatan mental, kolaborasi UGM Harvard, Kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Wellbeing), Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)

Partnership for Goals - SDG 17Good health and well being - SDGs

 

 

 

 

Penulis: dr. Anandyo Setyawan

Editor: dr. Afkar Aulia

Ditulis dengan bantuan ChatGPT